Makalah Kuliah Antigen

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Tugas kuliah bagi seorang mahasiswa adalah sesuatu yang biasa. Ya, biasa. Biasa mereka dapatkan. Dari para dosen pastinya. Tugas kuliah dapat berupa makalah ataupun tugas-tugas lainnya. Berikut saya posting untuk share atau tambahan referensi “contoh makalah kuliah”. Contoh makalah kuliah berikut adalah contoh makalah peternakan. 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Imunologi termasuk pencegahan. Pencegahan sendiri ialah sengaja memberikan kekebalan atau imunitas, sehingga anak tersebut, walaupun kemudian mendapat infeksi tidak akan meninggal atau menderita cacat (sequilae).
Pada umumnya, antigen-antigen dapat di klasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu antigen eksogen dan antigen endogen.antigen eksogen adalah antigen-antigen yang disajikan dari luar kepada hospes dalam bentuk mikroorganisme,tepung sari,obat-obatan atau polutan. Antigen ini bertanggungjawab terhadap suatu spektrum penyakit manusia, mulai dari penyakit infeksi sampai ke penyakit-penyakit yang dibenahi secara immologi, seperti pada asma.
Kespesifikan reaksi antara antigen dan antibodi telah ditunjukkan melalui penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Landsteiner. Ia menggabungkan radikal-radikal organik kepada protein dan menghasilkan antibodi terhadap antigen-antigen tersebut. Keputusan yang diperolehi menunjukkan antibodi dapat membedakan antara kelompok berbeda pada protein ataupun kumpulan kimia yang sama tetapi berbeda kedudukan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Imunologi

Imunologi adalah suatu cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup kajian mengenai semua aspek sistem imun (kekebalan) pada semua organisme. Imunologi antara lain mempelajari peranan fisiologis sistem imum baik dalam keadaan sehat maupun sakit;
malfungsi sistem imun pada gangguan imunologi (penyakit autoimun, hipersensitivitas, defisiensi imun, penolakan allograft); karakteristik fisik, kimiawi, dan fisiologis komponen-komponen sistem imun in vitro, in situ, dan in vivo. Imunologi memiliki berbagai penerapan pada berbagai disiplin ilmu dan karenanya dipecah menjadi beberapa subdisiplin. Pada mulanya imunologi merupakan cabang mikrobiologi yang mempelajari respons tubuh, terutama respons kekebalan, terhadap penyakit infeksi. Pada tahun 1546, Girolamo Fracastoro mengajukan teori kontagion yang menyatakan bahwa pada penyakit infeksi terdapat suatu zat yang dapat memindahkan penyakit tersebut dari satu individu ke individu lain, tetapi zat tersebut sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata dan pada waktu itu belum dapat diidentifikasi.
B.    Sejarah Perkembangan Imunologi

           Pada tahun 1798, Edward Jenner mengamati bahwa seseorang dapat terhindar dari infeksi variola secara alamiah, bila ia telah terpajan sebelumnya dengan cacar sapi (cow pox). Sejak saat itu, mulai dipakailah vaksin cacar walaupun pada waktu itu belum diketahui bagaimana mekanisme yang sebenarnya terjadi. Pasteur pada tahun 1880 menemukan penyebab penyakit infeksi dan dapat membiak mikroorganisme serta menetapkan teori kuman (germ theory) penyakit. Penemuan ini kemudian dilanjutkan dengan diperolehnya vaksin rabies pada manusia tahun 1885. Hasil karya Pasteur ini kemudian merupakan dasar perkembangan vaksin selanjutnya yang merupakan pencapaian gemilang di bidang imunologi yang memberi dampak positif pada penurunan morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi pada anak. Pada tahun 1880, Robert Koch menemukan kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Dalam rangka mencari vaksin terhadap tuberkulosis ini, ia mengamati adanya reaksi tuberkulin (1891) yang merupakan reaksi hipersensitivitas lambat pada kulit terhadap kuman tuberkulosis. Reaksi tuberkulin ini kemudian oleh Mantoux (1908) dipakai untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis pada anak. Imunologi mulai dipakai untuk menegakkan diagnosis penyakit pada anak. Vaksin terhadap tuberkulosis ditemukan pada tahun 1921 oleh Calmette dan Guerin yang dikenal dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Kemudian diketahui bahwa tidak hanya mikroorganisme hidup yang dapat menimbulkan kekebalan, bahan yang tidak hidup pun dapat menginduksi kekebalan. Setelah Roux dan Yersin menemukan toksin difteri pada tahun 1885, Von Behring dan Kitasato menemukan antitoksin difteri pada  binatang (1890). Sejak itu dimulailah pengobatan dengan serum kebal yang diperoleh dari kuda dan imunologi diterapkan dalam pengobatan penyakit infeksi pada anak.
Pengobatan dengan serum kebal ini di kemudian hari berkembang menjadi pengobatan dengan imunoglobulin spesifik atau globulin gama yang diperoleh dari manusia. Dengan pemakaian serum kebal, muncullah secara klinis kelainan akibat pemberian serum ini. Dua orang dokter anak, Clemens von pirquet dari Austria dan Bela Shick dari Hongaria melaporkan pada tahun 1905, bahwa anak yang mendapat suntikan serum kebal berasal dari kuda terkadang menderita panas.
          Pada tahun 1911-1914, Noon dan Freeman mencoba mengobati penyakit hay fever dengan cara terapi imun yaitu menyuntikkan serbuk sari subkutan sedikit demi sedikit. Dasarnya pada waktu itu dianggap bahwa serbuk sari mengeluarkan toksin, dengan harapan agar terbentuk antitoksin netralisasi. Sejak itu cara tersebut masih dipakai untuk mengobati penyakit alergi terhadap antigen tertentu yang dikenal dengan cara desensitisasi. Akan tetapi mekanisme yang sekarang dianut adalah berdasarkan pembentukan antibodi penghambat (blocking antibody).
Dengan penemuan reaksi tuberkulin, Schloss (1912) dan von Pirquet (1915) melakukan uji gores (scratch test) pada kulit untuk diagnosis penyakit alergi pada anak. Talbot (1914), seorang dokter anak, dengan uji gores melihat adanya hu- bungan antara asma anak dengan telur. Cooke (1915) memodifikasi uji gores dengan uji intrakutan, dan melaporkan juga bahwa faktor keturunan memegang peranan pada penyakit alergi. Pada tahun 1913, Shick juga memperkenalkan uji kulit untuk menentukan kepekaan seseorang terhadap kuman difteri, sehingga makin banyak fenomena imun diterapkan dalam uji diagnostik penyakit anak.
Rackemann (1918) melihat bahwa sebagian besar asma pada anak mempunyai dasar alergi dan dinamakan asma tipe ekstrinsik. Prausnitz dan Kustner (1921) menyatakan bahwa zat yang menimbulkan sensitisasi kulit pada uji kulit dapat ditransfer melalui serum penderita. Memang pada waktu itu mekanisme alergi yang tepat belum diketahui. Kini berkat penelitian yang telah dilakukan, proses selular dan molekular yang terjadi pada penyakit alergi dapat dijabarkan. Dengan ditemukannya komplemen oleh Bordet (1894), uji diagnostik yang memakai fenomena imun berkembang lagi dengan uji fiksasi komplemen (1901), seperti pada penyakit sifilis.
              Setelah Landsteiner (1900) menemukan golongan darah ABO, dan disusul dengan golongan darah rhesus oleh Levine dan Stenson (1940) , maka kelainan klinis berdasarkan reaksi imun semakin dikenal. Pada masa itu, fenomena imun yang terjadi baru dapat dijabarkan dengan istilah imunologi saja. Baru pada tahun 1939, 141 tahun setelah penemuan Jenner, Tiselius dan Kabat menemukan secara elektroforesis bahwa antibodi terletak dalam spektrum globulin gama yang kemudian dinamakan imunoglobulin (Ig). Dengan cara imunoelektroforesis diketahui bahwa imunoglobulin terdiri atas 5 kelas yang diberi nama IgA, IgG, IgM, IgD dan IgE (WHO, 1964), dan kemudian diketahui bahwa masing-masing kelas tersebut mempunyai subkelas. Pada tahun 1883, Metchnikoff sebenarnya telah mengatakan bahwa pertahanan tubuh tidak saja diperankan oleh faktor humoral, tetapi leukosit juga berperan dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi.
Pada waktu itu peran leukosit baru dikenal fungsi fagositosisnya. Beliaulah yang menemukan sel makrofag. Sekarang kita mengetahui bahwa sel makrofag aktif berperan pada imunitas selular untuk eliminasi antigen. 
C.    Pengertian Antigen dan Antibodi
Antigen merupakan bahan asing yang dikenal dan merupakan target yang akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel, tetapi dalam keadaan normal, sistem kekebalan seseorang tidak bereaksi terhadap selnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antigen biasanya protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) dipasangkan ke protein-pembawa. Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh.
 Antibodi (bahasa Inggris: antibody, gamma globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut. Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen. Antibodi dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Molekul antibodi beredar di dalam pembuluh darah dan memasuki jaringan tubuh melalui proses peradangan. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut rantai. Tiap antibodi memiliki dua rantai berat besar dan dua rantai ringan.
Terdapat beberapa tipe berbeda dari rantai berat antibodi, dan beberapa tipe antibodi yang berbeda, yang dimasukan ke dalam kelas (en:isotype) yang berbeda berdasarkan pada tiap rantai berat. Lima isotype antibodi yang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia dan memainkan peran yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe benda asing berlainan yang masuk ke dalam tubuh, yaitu: IgG, IgM, IgA, IgD dan IgE, yang mempunyai perbedaan area C.
Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. Dalam faktanya kekuatan antibody seseorang tersebut dalam melawan antigen yang terdapat dalam tubuh seseorang. Antibodi adalah protein yang dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut rantai. Tiap antibodi memiliki dua rantai berat besar dan dua [rantai ringan]. Antibodi diproduksi oleh tipe sel darah yang disebut sel B. Terdapat beberapa tipe yang berbeda dari rantai berat antibodi, dan beberapa tipe antibodi yang berbeda, yang dimasukan kedalam isotipe yang berbeda berdasarkan pada tiap rantai berat mereka masuki. Lima isotipe antibodi yang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia, yang memainkan peran yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe benda asing yang berbeda yang ditemui.
Antigen endogen adalah antigen yang terdapat didalam tubuh dan meliputi antigen-antigen berikut:antigen senogeneik (heterolog), antigen autolog dan  antigen idiotipik atau antigen alogenik (homolog).Antigen senogeneik adalah antigen yang terdapat dalam aneka macam spesies yang secara filogenetik tidak ada hubungannya, antigen-antigen ini penting untuk mendiagnosa penyakit.
Kelompok-kelompok antigen yang paling banyak mempunyai arti klinik adalah kelompok-kelompok antigen yang digunakan untuk membedakan satu individu spesies dengan individu spesies yang sama.

D.    Mekanisme Antigen

Dalam lingkungan sekitar kita terdapat banyak substansi bermolekul kecil yang bisa masuk ke dalam tubuh. Substansi kecil tersebut bisa menjadi antigen bila dia melekat pada protein tubuh kita. Substansi kecil yang bisa berubah menjadi antigen tersebut dikenal dengan istilah hapten. Substansi-substansi tersebut lolos dari barier respon non spesifik (eksternal maupun internal), kemudian substansi tersebut masuk dan berikatan dengan sel limfosit B yang akan mensintesis pembentukan antibodi. Antigen yang masuk ke dalam tubuh akan berikatan dengan reseptor sel limfosit B. Pengikatan tersebut menyebabkan sel limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma. Sel plasma kemudian akan membentuk antibody yang mampu berikatan dengan antigen yang merangsang pembentukan antibody itu sendiri.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

            Imunologi merupakan cabang mikrobiologi yang mempelajari respons tubuh, terutama respons kekebalan, terhadap penyakit infeksi. Pada tahun 1546, Girolamo Fracastoro mengajukan teori kontagion yang menyatakan bahwa pada penyakit infeksi terdapat suatu zat yang dapat memindahkan penyakit tersebut dari satu individu ke individu lain, tetapi zat tersebut sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata dan pada waktu itu belum dapat diidentifikasi.
           Antigen merupakan bahan asing yang dikenal dan merupakan target yang akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antigen biasanya protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) dipasangkan ke protein-pembawa. Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Antibodi (bahasa Inggris: antibody, gamma globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. Imunologi.http://www.imunologi.com. Diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
_______, 2011.Imunologi. http://id.wikipedia.org/wiki/Imunologi. Diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
______, 2011. Antigen. http://id.wikipedia.org/wiki/Antigen. Diakses pada tanggal 28 Maret 2011.



Itulah tadi “contoh tugas” yang sempat saya posting, yang belum sempat saya posting, tunggu saja. Atau itu memang versi eksklusif (tidak bisa untuk khayalak umum). Ingat, tugas kuliah  (apapun bentuknya : makalah kuliah, tugas individu, tugas mandiri, tugas akhir, de el el) adalah sebuah keniscayaan bagi mahasiswa yang baik, mahasiswa yang tidak mau dan tak ingin mengeluh, mahasiswa yang luar biasa. Semoga bermanfaat. Amiin.
NB :
  • Contoh tugas (apa pun bentuknya) yang saya posting tidak luput dan acapkali terdapat kekeliruan di dalamnya.
  • Anggaplah sebagai acuan. Kalau perlu jangan copast (copy paste). Karya sendiri lebih bagus.
  • Tugas kuliah yang saya posting adalah tugas kuliah yang saya dapatkan pada bangku kuliah. Isinya tidak jauh-jauh pada kuliah peternakan. Jadi mohon maaf. 
  • Dan terakhir, mohon kritik atau sarannya.

Ingin memiliki makalah ini, silahkan Anda download file makalah kuliah ini lewat link download gambar di bawah ini :
download makalah

Baca Selengkapnya ....

Pembelanjaan Perusahaan Peternakan

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Kutu Kuliah- Kali ini saya ingin memposting sebuah Makalah Kuliah mengenai Pembelanjaan Perusahaan Peternakan. Secara garis besar, pembelanjaan perusahaan peternakan adalah suatu kegiatan memanajemen keuangan dalam perusahaan peternakan termasuk di dalamnya kegiatan mengumpulkan dana, mengorganisasikan (mengalokasikan dana), dan membelanjakan dana perusahaan. Karena ini cuman prolog, baiknya langsung saja teman-teman simak "Makalah Kuliah" berikut.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi perusahaan selain personalia, pemasaran dan produksi. Pengertian pembelanjaan selalu berubah dari waktu ke waktu, sedangkan pengertian lama pembelanjaan adalah menyediakan dana. Pembelanjaan perusahaan mendapat arti penting dalam keberlangsungan jalannya suatu perusahaan mengingat dalam pembelanjaan perusahaan diatur mengenai arus kas suatu perusahaan. Dana atau modal dalam suatu perusahaan adalah motor penggerak dalam maju atau berkembang suatu perusahaan. Pembelanjaan perusahaan mengindikasikan berjalan dan hidupnya suatu perusahaan.
Dalam pembelanjaan perusahaan, diperlukan suatu manajemen keuangan yang baik agar kas atau modal yang dikeluarkan dapat digunakan se-efektif mungkin untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai seputar Pembelanjaan Perusahaan dan pengertian-pengertian dasar praktis sehari-hari yang kita jumpai dalam perusahaan
B.     Rumusan Masalah
Untuk mempermudah dalam penyusunan makalah ini, penulis menyusun rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah pengertian Pembelanjaan Perusahaan ?
2.      Bagaimana penggunaan dana dalam suatu perusahaan ?
3.      Apa saja sumber dana perusahaan ?

C.    Maksud dan Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas, makalah ini  disusun untuk lebih mengetahui tentang :
1.      Pengertian Pembelanjaan Perusahaan
2.      Penggunaan dana dalam suatu perusahaan
3.      Sumber dana perusahaan



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Pembelanjaan Perusahaan
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyakut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan. Jadi pada prinsipnya, pembelanjaan itu menyakut fungsi perusahaan yang berkaitan dengan pencarian dan penggunaan dana secara efektif dan efisien. Keputusan tentang sumber dana yang paling baik dan bagaimana dana tersebut harus digunakan, merupakan fungsi yang paling pokok bagi menejer keuangan atau pembelanjaan perusahaan. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa manejer keuangan itu bertanggung jawab baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang.
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
Perusahaan adalah tempat berlangsungnya proses produksi. Dengan demikian, kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen
Di dalam perusahaan harus di pelihara adanya keseimbangan keuangan yang menguntungkan untuk untuk mendukung perkembangan keseimbangan tersebut terjadi antara kekayaan (aktiva lancar dan aktiva tetap)disatu pihak dengan utang dan modal (pasiva) di pihak lain baik secara kuantitatif maupun secara kualintatif. keseimbangan kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu.Sedangkan keseimbangan kualitatif merupakan keseimbangan antara elemen-elemen utang dan modal perusahaan.
Pembelanjaan perusahaan dapat diartikan sebagai manajemen keuangan perusahaan. Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
a)      Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
b)      Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
c)      Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin (Anonim, 2012).
Pembelanjaan perusahaan dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai keseluruhan aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin (Rianto, 2001).
2.      Penggunaan Dana dalam suatu Perusahaan
Metode penggolongan untuk penggunaan dana ini dibagai menjadi dua,yaitu penggunaan jangka pendek dan penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek dapat ditunjukan sebagai aktiva lancar.Aktiva dapat diartikan sebagai elemen kekayaan ,dan jangka pendek menunjukan bahwa elemen-elemen tersebut diharapkan dapat ditukar menjadi uang tunai/kas dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun (Sadrina, 2012).
Investasi yang besar dalam perusahaan pada umumnya berbentuk aktiva tetap yang merupakan investasi jangaka panjang.ini berarti bahwa penggunaan jangka panjang tersebut meliputi elemen-elemen yang tidak dapat ditukar dalam bentuk kas selama periode satu tahun, seperti: tanah, pabrik, dan peralatan.
2. A. Penggunaan Dana Jangka Pendek
Pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Penggunaan dana jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan (baik persediaan bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi), pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan serta biaya operasi lainnya.
1)      KAS
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas, terutama untuk membayar gaji dan rekening-rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang oleh manejer, tidak seluruhnya berwujud uang tunai,tapi berwujujd cek yang setiap saat dapat diuangkan di bank.disamping mudah menyimpannya, resiko memegang cek juga lebih kecil dari pada memegang uang tunai.Karena cek dapat setiap saat diuangkan maka dapat dianggapsebagai uang, sehingga dapat digunakan untuk membayar rekening-rekening.Dalam pengolahan kas dapat terdapat suatu prinsip umumyang harus di pegang oleh menejer. Prinsip tersebut adalah meminimumkan jumlah kas yang diperlukan untuk kegiantan perusaan, dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.
a. Aliran KAS
Aliran kas pada mulanya itu ditimbulkan oleh adanya penjualan.Tetapi meskipun sebagian dari penjualan itu berupa tunai,kebanyakan adalah berupa kredit sehingga menciptakan adanya piutang.sebagian kecil piutang kemungkinan tidak tertagih,maka bagian tersebut dimasukkan kedalam elemen piutang ragu-ragu. sedangkan bagian yang lain akan menjadi kas bilamana telah dilunasi. Pembentukan elemen kas itu dapat juga dilakukan dengan menjual saham kepada pemilik modal atau dapat meminjamkan dana dari kreditur yang berupa uang.
b. Anggaran KAS
Tanggung jawab manejer dalam pengolahan aliran kas perusahaan meliputi :
a.       membuat kepatian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan.
b.      memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga.
2)      Surat-surat Berharga
Salah satu jenis surat berharga yang banyak beredar di indonesia dalah sertifikat deposit (cerificates of deposit). Sertifikat deposit merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial. Jumlah uang dan jangka jatuh tempo ddapat berbeda-beda.

3)      Piutang
Untuk mempertahankan pembeli-pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru, banyak perusahaan yang meberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka. Jadi,bagi perusahaan piutang ini sering terjadi dari adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari selueuh aktiva.
4)      Persediaan
Bagi perusahaan yang memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat,harus mempunyai sejumlah investasi di situ. Investasi tersebut dapat dilakukan secara terus menerus dalam bentuk persedian bahan, persediaan barang dalam proses atau barang setengah jadi, dan persedian barang jadi. Jumlah dana yang ditanamkan dalam persediaan dapat berubah-ubah sepanjang tahun (Sadrina, 2012).
2. B. Penggunaan Dana Jangka Panjang
Untuk perusahaan manufaktur, sebagian besar investasinya pada umumnya diwujudkan dalam bentuk aktiva tetap jangka panjang. Ini diperlukan untuk mengolah bahan menjadi produk jadi. Aktiva tetap tersebut dapat berupa : tanah, bangunan, dan peralatan.
  • Tanah yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Luas tanah ini tidak akan berpengaruh pada pajak pendapatan meskipun dapat dikenai dengan pajak yang lain.
  • Bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya. Kemudian perusahaan harus menyisihkan sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya. Pada saat bangunan tersebut habis umurnya, perusahaan dapat membeli bangunan baru yang sama dengan menggunakan dana yang sudah berkumpul sekian tahun. Dana yang disisihkan tersebut dinamakan penyusutan atau depresiasi.
  •  Peralatan yang dimiliki oleh perusahaan berupa mesin, alat angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi. Semua peralatan tersebut juga perlu disusut karena daya gunanya semakin lama semakin berkurang dan penyusutan ini akan berpengaruh pula pada pembayaran pajak pandapatan.
3.      Sumber Dana Dalam suatu Perusahaan
·         Macam-macam Sumber Dana
Jika ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapt dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
§  Berasal dari dalam perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari dalam perusahaan ini disebut pembelanjaan intern, yang meliputi:
a.       Penggunaan laba perusahaan
b.      Penggunaan cadangan
c.       Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
§  Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari luar perusahaan ini disebut pembelanjaan ekstern, yang meliputi :
a.       Dana dari pemilik/peserta. Dana ini biasanya diwujudkan dalam bentuk saham,dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
b.      Dana dari utang/pinjaman yang dapat berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Pembelanjaan ini disebut pembelanjaan asing.
·         Pemilihan Sumber Dana
o    Dari dalam perusahaan
Kebaikannya :
a)      Dapat digunakan sewaktu-waktu
b)      Tidak ada kewajiban membayar bunga
c)      Tidak ada kewajiban mengembalikan
Kelemahannya :
a)      Jumlah dana sangat terbatas
b)      Perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan unttuk hal lain yang lebih menguntungkan.
·         Dari luar perusahaan
Kebaikannya :
a)      Jumlah dana tidak terbatas
b)      Dapat diperoleh dari beberapa sumber
c)      Bersifat fleksibel
Kelemahannya :
a)      Perusahaan dikenakan beban ( bunga untuk utang, dividen untuk saham )
b)      Ada kewajiban untuk mengembalikan utang.

·         Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia di perusahaan. Tetapi dana intern ini biasanya sangat terbatas. Jika digunakan sendiri kurang menguntungkan, dana intern ini dapat diinvestasikan pada sector lain seperti pembelian saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Apabila perusahaan menghadapi masalah seperti itu, pemecahannya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip opportunity cost, yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri yang dipakai sendiri.
·         Sumber Dana Ekstern
Sumber dana ekstern dapat berasal dari modal sendiri dan kredit. Modal sendiri dalam bentuk saham akan dibahas kemudian. Pada umumnya kredit dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu : kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang.
·         Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Termasuk kredit jangka pendek ini adalah :
o    Kredit rekening Koran
o    Kredit belening
o    Kredit wesel
o    Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Termasuk dalam kredit jangka panjang adalah :
Hipotik                        Obligasi
Kredit bank                 Kredit dari Negara lain



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Tujuan umum dari suatu perusahaan adalah untuk mencapai laba yang maksimal. Nah salah satu cara untuk mendapatkan laba yang maksimal dengan kerugian paling minimal kuncinya terletak pada pembelanjaan perusahaan. Pembelanjaan adalah suatu usaha menyakut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
Manajemen keuangan merupakan merupakan bagian tugas pimpinan dengan tanggung jawab terhadap seluruh aktivitas perolehan dan pengalokasian dana yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan prinsip efektif dan efisien. Sumber-sumber pendanaan perusahaan dapat diperoleh dari dua jalan. Dari dalam perusahaan sendiri dan dari luar perusahaan. Kedua sumber pendanaan perusahaan ini kedua-duanya mempunyai kelebihan dan kelemahan. Pilihan pendanaan tergantung pada manajer keuangan.
B.     Saran
Pembelanjaan perusahaan selalu berkaitan dengan dana, oleh karena itu untuk mengontrol dana diperlukan pencatatan arus kas dari perusahaan agar nantinya dapat dilihat kemajuan suatu perusahaan. Sumber dana perusahaan juga harus diperhatikan betul aspek manajerialnya. Sumber dana dari luar perusahaan biasanya harus lebih dipertimbangkan mengingat untuk mendapat dana dari perusahaan biasanya harus ada bunga yang harus juga dibayarkan. Penting untuk memilih sumber pendanaan yang kecil atau tanpa bunga.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Manajemen Keuangan. www.wikipedia/wiki/manajemen-keuangan. Diakses April 2012. Makassar.

David Monsma, “Equal Rights, Governance, and the Environment : Integrating Environment Justice Principles in Corporate Social Responsibility”, Ecology Law Quarterly (2006), h. 475-478.

Li-Wen Lin, “Corporate Social Accountability Standards in the Global Supply Chain : Resistance, Reconsideration, and Resolution in China”, Cardozo Journal of International and Comparative Law (Fall 2007), h. 361.
Owen E. Herrnstadt, “Are International Framework Agreements a Path to Corporate Social Responsibility”, University of Pennsylvania Journal of Business and Employment Law (Fall 2007), h. 187.
Rianto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Ed.4.
Sadrina, Diana. 2012. Pembelanjaan Perusahaan. http://diananursadrina.blogspot.com/2010/11/pembelanjaan.html. Diakses April 2012, Makassar.
Stefano Zamagni and Henry Schawalbenberg, “Religious Values and Corporate Decision Making : An Economist’s Perspective”, Fordham Journal of Corporate and Financial Law, 2006, h. 575-576. 



Demikianlah Makalah Kuliah yang sempat saya posting pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat. Untuk Anda yang ingin memiliki makalah kuliah ini sebagai bahan referensi tambahan buat Anda, silahhkan download file ini lewat link download gambar di bawah ini :makalah-kuliah-pembelanjaan-ekonomi-perusahaan

Baca Selengkapnya ....

Feed Additive (Makanan Tambahan) / Feed Suplemet Pada Ternak

Posted by PERFECT WORLD 1 komentar

Kutu Kuliah-Dunia Kampus memang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas akademik (Kerja tugas, buat makalah kuliah, buat laporan, dll). Itu hal lumrah, tidak apa-apa. Nah, untuk mempermudah dalam membuat tugas kuliah, makalah kuliah, referensi dunia peternakan, atau tujuan lain, saya mau posting buat teman-teman sekalian mengenai "Feed Addictive (Makanan Tambahan pada Ternak" atau ada juga yang mengatakan sebagai Feed Suplemet. Berikut postingan saya, yuk simak baik-baik...!


A.      Pengertian Feed Additive
Additive adalah suatu bahan atau kombinasi bahan yang ditambahkan, biasanya dalam kuantitas yang kecil, kedalam campuran makanan dasar atau bagian dari padanya, untuk memenuhi kebutuhan khusus, contohnya additive bahan konsentrat, additive bahan suplemen, additive bahan premix, additive bahan makanan (Hartadi et. al., 1991).
Additive adalah susunan bahan atau kombinasi bahan tertentu yang sengaja ditambahkan ke dalam ransum pakan ternak untuk menaikkan nilai gizi pakan guna memenuhi kebutuhan khusus atau imbuhan yang umum digunakan dalam meramu pakan ternak. Murwani et al., (2002) menyatakan bahwa additive adalah
bahan pakan tambahan yang diberikan pada ternak dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas ternak maupun kualitas produksi. Sedangkan menurut Murtidjo (1993), additive adalah imbuhan yang umum digunakan dalam meramu pakan ternak. Penambahan bahan biasanya hanya dalam jumlah yang sedikit, misalnya additive bahan konsentrat, additive bahan suplemen dan additive bahan premix. Maksud dari penambahan adalah untuk merangsang pertumbuhan atau merangsang produksi. Macam-macam additive antara lain antibiotika, hormon, arsenikal, sulfaktan, dan transquilizer.
Feed additive merupakan bahan makanan pelengkap yang dipakai sebagai sumber penyedia vitamin-vitamin, mineral-mineral dan atau juga antibiotika (Anggorodi, 1985). Fungsi feed additive adalah untuk menambah vitamin-vitamin, mineral dan antibiotika dalam ransum, menjaga dan mempertahankan kesehatan tubuh terhadap serangan penyakit dan pengaruh stress, merangsang pertumbuhan badan (pertumbuhan daging menjadi baik) dan menambah nafsu makan, meningkatkan produksi daging maupun telur.
B.       Macam-macam Feed Additive
Macam ragam pakan additive antara lain additive pada bahan pakan (contohnya agensia antioksidan, agensia cita rasa), additive untuk manipulasi pencernaan dan absorpsi nutrien (contohnya buffer, enzim), additive untuk kesehatan ternak (contohnya obat cacing), additive melalui hormonal (contohnya hormon pertumbuhan, hormon reproduksi), additive untuk meningkatkan kualitas produk (contohnya agensi pewarna, agensi antiradikal).
Biasanya feed additive diberikan dalam ransum ternak untuk menghasilkan pertumbuhan yang diinginkan. Beberapa feed additve yang diberikan antara lain :
1.    Flavoring agent, pemberi bau untuk meningkatkan palatabilitas pakan contoh cairan sukrosa
2.    Enzim untuk memperbaiki daya cerna
3.    Vitamin, Sebagai sumber vitamin A dapat digunakan Vit. A palmitat, Vit. A acetat dan minyak ikan. Sumber vitamin D2 digunakan Vit. D pada semua tanaman yaitu hasil aktivasi sterol dalam tanaman oleh sinar ultraviolet. Sumber vitamin D3 digunakan Vit. D pada hewan yang merupakan hasil aktivasi sterol pada hewan oleh sinar ultraviolet misalnya minyak ikan. Sumber vitamin E digunakan senyawa vit. E aktif, misalnya dl alpha tokoferil asetat. Sumber vitamin K dapat menggunakan MCBC dan MPB.
4.    Sumber mineral : Tepung tulang, Tepung kerang (CaCo3) , Garam (NaCl).
5.    Antibiotik, Antibiotik dalam dosis rendah diketahui efektif terhadap pengontrolan infeksi subklinis dan merangsang pertumbuhan hewan bila ditambahkan dalam air minum atau kedalam pakan.
6.    Sumber-sumber karotenid ditambahkan kedalam ransum untuk memperbaiki pigmentasi dari broiler dan kuning telur.
7.    Hormon atau zat lain yang digunakan untuk memperbaiki proses metabolisme dari ayam.
·         Estrogen dipergunakan untuk memperbaiki pertumbuhan dan memperbaiki karkas ayam.
·         Senyawa thyroaktif (seperti casein yang mengandung iodium) kadang digunakan untuk memperbaiki produksi telur, kualitas telur, dan mencegah degenerasi lemak dibawah kondisi tertentu. Beberapa macam obat( termasuk hormon) dipergunakan untuk menghentikan jatuh bulu (molting) atau untuk mempercepat molting ayam yang sudah berproduksi lama.
8.    Asam amino adalah monomer dari protein. Sebagai bahan pakan tunggal asam amino tidak tersedia di alam, namun tersedia secara buatan. Asam amino yang biasanya kekurangan dalam pakan adalah asam amino metionin dan lisin. Oleh karena itu, di pasaran asam amino yang tersedia adalah DL- metionin dan L-lisin yang mempunyai kemurnian 99%.
Berbagai macam feed additive yang bersifat non nutritive menurut Wahyu (1997) antara lain: (1) Makanan tambahan pelengkap untuk memperbaiki tekstur dan kekuatan pakan pellet; (2) Flavoring agent yaitu zat pemberi bau enak yang dipergunakan untuk meningkatkan palatabilitas pakan; (3) enzim-enzim yang memperbaiki daya cerna di bawah kondisi tertentu; (4) Antibiotika, senyawa-senyawa arsen dan nitrofurans dipergunakan pada tingkat rendah untuk melindungi pakan dari serangan perusakan oleh mikroorganisme dan mencegah timbulnya keracunan yang disebabkan oleh mikroflora dalam usus; (5) Antibiotika yang mempunyai spektrum luas (broad spectrum) dan daya absorpsi yang baik ditambahkan ke dalam pakan untuk memerangi penyakit khusus; (6) Senyawa-senyawa kimia tertentu dipergunakan untuk meningkatkan daya penyembuhan dari antibiotika terhadap penyakit; (7) Obat-obat pencegah cacing dalam saluran pencernaan; (8) Antioksidan untuk mencegah kerusakan asam-asam lemak yang tidak jenuh dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak karena proses peroksidasi; (9) sumber-sumber karotenoid ditambahkan dalam pakan untuk memperbaiki pigmentasi dari broiler dan kuning telur dan (10) Hormon-hormon yang digunakan untuk memperbaiki metabolisme ayam.
C.      Pemberian Feed Additive
Penggunaan makanan tambahan pelengkap dalam penyunan ransum terutama yang merupakan bahan tambahan bukan zat makanan dengan maksud memperbaiki konsumsi, daya cerna, proteksi, absorbsi dan atau transportas zat-zat makanan untuk memperbaiki nilai gizi ransum dan menurunkan biaya pakan dan dalam produksi broiler atau telur.
Ransum ayam broiler dan ayam petelur disusun sedemikian rupa sehingga mengandung konsentrasi zat-zat makanan maksimum yang dapat diperoleh dengan harga layak untuk pertumbuhan, produksi dan efisiensi penggunaan ransum maksimum. Untuk menjamin zat-zat makanan tersebut ditelan, dicerna, dilindungi dari kerusakan, diserap dan diangkut dari sel-sel tubuh, maka pelengkap makanan tak bergizi tertentu atau yang disebut additive dimasukkan ke dalam ransum sebagai tambahan sampai terjadi suatu konsentrasi optimum dan keseimbangan zat-zat makanan (Rasyaf, 1994).
Contoh Feed additive yang digunakan untuk ayam broiler antara lain adalah Broiler Weight. Adapun keistimewaan dari bahan ini antara lain adalah: (1) Tidak mengandung antibiotika dan senyawa arsen sehingga dapat diberikan setiap hari tanpa menimbulkan efek samping; (2) Memperbaiki konversi pakan sehingga mempercepat pertambahan berat badan dalam waktu singkat; (3) Tidak mempengaruhi aroma atau cita rasa daging ayam broiler atau pedaging dan (4) Mencegah penyakit defisiensi vitamin (penyakit karena kekurangan vitamin).



DAFTAR PUSTAKA
Anggorodi. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas.PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Hartadi, H., S. Reksodiprodjo dan A.D. Tillman. 1991. Tabel Komposisi Bahan Makanan Ternak Untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Orskov, E. R. 1992. Protein Nutrition in Ruminant. 2nd Ed. Academic Press, Harcout Brace Jovanovich Publisher, London.

Foley, R.C., D.L. Bath, F.N. Dickinson., and H.A. Tucker. 1973. Dairy Cattle Principles, Practices, Problem and Profits. Lea and Febiger, Philadelphia.

Cullison. A. E. 1979. Feeds and Feeding. 2nd Ed. Reston Publishing Co. Inc. Reston, Virginia.

Ensminger, M. E. 1992. Animal Science. 6th Ed. The Interstate and Publisher, Inc. Danville, Illinois.

Harold, D.H. and S.M. Darrel. 1972. Crop Production 2nd Ed. Macmilan Publising Co., Inc., New York.
Murtidjo, A. G. 2003. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius, Yogyakarta.

Rasyaf, M. 1996. Seputar Makanan Ayam Kampung. Kanisius. Yogakarta.
 

Demikianlah postingan saya, harapan terakhir semoga bermanfaat. Saran : jangan di copast (copy paste), jadikan sebagai bahan rujukan saja, bahan pembanding. Okey....
Tugas kuliah ini, makalah ini dapat Anda peroleh dengan mendownload-nya pada link berikut Makalah Feed Additive 

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of PERFECT WORLD.