Faktor Tumbuh Tanaman

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Air adalah salah satu komponen fisik yang sangat vital dan dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebanyak 85-90 % dari bobot segar sel-sel dan jaringan tanaman tinggi adalah air (Maynard dan Orcott, 1987).


Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman, maka tanaman akan terganggu metabolismenya yang secara visual dapat dilihat dari penyimpangan-penyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan khlorosis atau nekrosis pada berbagai organ tumbuhan. Gejala yang ditampakkan tanaman karena kurang suatu unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsur hara yang bersangkutan. Suatu tumbuhan dikatakan kekurangan (defisiensi) unsur hara tertentu apabila pertumbuhan terhambat yakni hanya mencapai 80% dari pertumbuhan maksimum walaupun semua unsur hara esensial lainnya tersedia berkecukupan. Defisiensi unsur hara terjadi jika unsur hara ada tapi yang diperlukan tanaman tidak cukup untuk kebutuhan. Fenomene lain yang akhir-akhir ini menjadi faktor pembatas pertumbuhan pada tapak rusa yaitu kekurangan hara karena dalam areal tumbuhnya unsur hara yang diperlukan tidak ada (malnutrisi). Permasalahan hara yang lebih komplek lagi adalah adanya kekacauan unsur hara (Sasli, 2009).


BAB I
PENDAHULUAN
            Selama hidupnya tumbuhan selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan terjadi karena adanya pertambahan volume atau pun jumlah sel dalam makhluk hidup terkhusus dalam hal ini adalah tumbuhan. Perkembangan terjadi karena adanya proses sel tumbuhan menuju kepada kedewasaan atau berdeferensiasi menuju fungsinya msing-masing.
            Selain bertumbuh dan atau berkembang, tumbuhan juga melakukan adaptasi terhadap kondisi lingkungan hidupnya. Adaptasi adalah suatu kemampuan suatu organisme untuk dapat menoleransi kondisi dimana ia hidup, toleransi itu meliputi pada lingkungan eksternal maupun internal dalam tubuhnya. Adaptasi ini mutlak diperlukan oleh suatu organisme untuk melanjutkan hidup dan keturunannya. Begitu pula halnya dengan tumbuhan mutlak beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar dimana tumbuhan itu hidup.
            Kemampuan adaptasi tumbuhan terutama hijaun ternak dapt meliputi faktor tanah, air, iklim hingga pada faktor spesies tanaman ternak atau hijaun ternak tersebut. Terdapat kaitan atau hubungan antara faktor tumbuh tanaman tersebut dengan kemampuan adaptasi tanaman terhadap lingkungan sekitarnya.



BAB II
PEMBAHASAN
Faktor Tumbuh Tanaman
1.    Tanah
Tanah merupakan salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan hijauan ternak. Tanah menjadi tempat tumbuh bagi tanaman, tempat tanaman memperoleh zat hara dan mineral dalam pertumbuhan dan atau perkembangannya, tanah juga menjadi sumber air bagi tanaman. Tanah mampu menyimpan air yang nantinya akan diserap oleh bulu-bulu akar sehingga proses asimilisasi karobohidrat dapat terjadi.
Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan khlorosis atau nekrosis pada berbagai organ tumbuhan. Gejala yang ditampakkan tanaman karena kurang suatu unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsur hara yang bersangkutan. Suatu tumbuhan dikatakan kekurangan (defisiensi) unsur hara tertentu apabila pertumbuhan terhambat yakni hanya mencapai 80% dari pertumbuhan maksimum walaupun semua unsur hara esensial lainnya tersedia berkecukupan (Purwadi, 2011).
Tanah yang baik bagi pertumbuhan hijaun ternak adalah tanah yang sesuai dengan kemampuan tanaman dalam beradaptasi. Struktur tanah dapat mempengaruhi ruang tumbuh akar dan imbangan udara-lengas. Penelitian atau pengetahuan terhadap tanah dapat membantu dalam hal penanaman hijaun yang unggul bagi ternak yang tidak dapat diperoleh dari lingkungan lokal. Karena terkadang dalam suatu daerah atau wilayah misalnya tidak terdapat sumber hijaun yang berkualitas bagi pertumbuhan ternak, hal inilah yang dapat diantisipasi dengan mengembangkan jenis rumput atau hijaun pakan ternak yang berkualitas.
2.    Air
Fungsi air bagi tanaman yaitu: (1) sebagai senyawa utama pembentuk protoplasma, (2) sebagai senyawa pelarut bagi masuknya mineral-mineral dari larutan tanah ke tanaman dan sebagai pelarut mineralnutrisi yang akan diangkut dari satu bagian sel ke bagian sel yang lainnya, (3) sebagai media terjadinya reaksi-reaksi metabolik, (4) sebagai reaktan pada sejumlah siklus asam trikarboksilat, (5) sebagai penghasil hidrogen pada proses fotosintesis, (6) menjaga turdigitas sel dan berperan sebagai tenaga mekanik dalam pembesaran sel, (7) mengatur mekanisme gerakan tanaman seperti membuka dan menutupnya stomata, membuka dan menutupnya bunga serta melipatnya daun-daun tanaman tertentu, (8) berperan dalam perpanjangan sel, (9) sebagai bahan metabolisme dan produk akhir respirasi, serta (10) digunakan dalam proses respirasi (Noggle dan Frizt, 1983).
Tanaman juga mengalami dehidrasi atau cekaman air tidak hanya karena kondisi kekeringan dan salinitas tinggi, tetapi juga karena suhu rendah (frost). Tanaman menanggapi dan beradaptasi terhadap cekaman air untuk mempertahankan diri dari cekaman lingkungan tersebut. Cekaman air sering menyebabkan hambatan pertumbuhan, produksi, dan bahkan menyebabkan kematian. Agar tetap dapat hidup dalam kondisi kekurangan air, maka tanaman harus memiliki sistem pertahanan terhadap cekaman lingkungan tersebut (Widyasari et al., 2004).
Tanaman dalam beberapa hal beradaptasi terhadap lingkungan yang mempunyai kandungan air yang tinggi dan kondisi lingkungan yang kekurangan air. Adaptasi tanaman terhadap lingkungan diperlukan karena begitu besar fungsi air dalam pertumbuhan tanaman. Menurut Hidayat (1995), berdasarkan ketersediaan air di lingkungan, tanaman dibagi menjadi 3, yaitu xerofit yang beradaptasi pada habitat kering, mesofit yang memerlukan air dalam jumlah banyak dan atmosfer yang lembap, dan hidrofit yang bergantung pada lingkunan yang sangat lembap atau tumbuh sebagian atau seluruhnya dalam air.
Tumbuhan xerofit beradaptasi terhadap kekurangan air dengan menutup stomata, menggunakan lapisan kutikula yang tebal, memperkecil bidang penguapan dan menyimpan air (Levitt, 1980).
Hidrofit merupakan tanaman yang hidup pada lingkungan basah atau tergenang. Contoh tanaman hidrofit adalah Anacharies lilies, memiliki akar utama yang kecil dan tidak memiliki bulu-bulu akar (Kimball, 1965).
Dalam penyediaan hijaun ternak, harus diperhatikan betul ketersediaan air bagi tanaman. Ketersediaan air yang optimal dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas hijaun ternak yang dapat dihasilkan. Contoh karakter adaptasi terhadap kekeringan antara lain indeks panen lebih tinggi, umur berbunga lebih awal, periode pengisian biji lebih pendek, warna daun hijau gelap pada awal vegetatif, warna daun hijau terang pada vegetatif aktif, tinggi tanaman lebih rendah pada musim kering, jumlah anakan banyak, efisien transpirasi lebih rendah, jumlah biji fertil lebih tinggi, indeks toleransi kekeringan lebih, dan lain-lain.
3.    Iklim
Iklim adalah kondisi rata-rata variabel metereologis dalam suatu kawasan selama waktu yang sangat panjang (ditetapkan kurang lebih 30 tahun). Dalam hal ini, iklim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu iklim makro dan iklim mikro. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.
Menurut Rahardja (2010), terdapat sejumlah faktor yang relative statis yang menentukan keadaan iklim suatu daerah, yaitu :
a.       Garis lintang (latitude), ketinggian dari permukaan laut (altitude),
b.      Proporsi tanah terhadap air, dan
c.       Kedekatan laut dengan pegunungan.
Faktor lainnya yang relative dinamis menentukan iklim adalah :
a.       Sirkulasi termohaline (thermohaline circulation) dari lautan mendistribusikan energi panas ke terrestrial di antara daerah equator dan kutub
b.      Keadaan perairan laut
Perairan laut memiliki peran yang sangat penting terhadap keadaan cuaca dan iklim suatu tempat atau wilayah I muka bumi ini. Sebagaimana telah diungkapkan bahwa 70% dari permukaan bumi ini dilingkupioleh perairan laut, sehingga keberadaannya menjadi waduk besar (reservoir) yang secara berkelanjutan menjadi tempat penampungan dan pertukaran panas, uap air dan karbon dengan atmosfer, sehongga mengendalikan pola cuaca dan memperlambat perubahan iklim. Perairan laut mempengaruhi iklim adalah dengan :
1. Mengabsorbsi energi radiasi matahari dan melepaskan panas yang dibutuhkan untuk mengendalikan sirkulasi udara atmosfer
2.      Melepaskan gas, uap air ke atmosfer dan absorbs CO2  dari atmosfer.
Beberapa jenis gas di atmosfir, seperti CO2, CH4, dan N2O mempengaruhi iklim permukaan bumi karena kemampuanya dalam membantu proses transmisi radiasi dari matahari ke permukaan bumi, dan juga menghambat keluarnya sebagian radiasi dari permukaan bumi. Kalau konsentrasi dari gas-gas ini di atmosfir meningkat, radiasi yang keluar dari permukaan bumi akan terhambat, sehingga suhu permukaan bumi bertambah besar. Perkiraan besarnya peningkatan suhu bukanlah pekerjaan yang mudah, karena adanya umpan balik positif (dengan peningkatan uap air , H2O(gas), yang juga merupakan gas penghambat keluarnya radiasi dari permukaan bumi) dan umpan balik negatif (peningkatan pertumbuhan awan, menghambat transmisi radiasi matahari ke permukaan bumi).
Di daerah iklim kering terdapat 3 – 5 bulan kering. Pada musin kemarau cekaman lengas tanah sering terjadi dan menghambat pertumbuhan tanaman karet. Untuk itu diperlukan penelitian pengurangan penguapan dan peningkatan kemampuan menahan lengas tanah (Sudiarto, 2007).
Tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrim umumnya akan cenderung meingkatkan hormone absisat, atau hormone penghambat pertumbuhan agar jaringan-jaringannya mampu mengurangi laju respirasi, sehingga akan terjadinya gugur daun atau menurunnya aktifitas enzim yang ada di dalam jaringan tanaman tersebut. Perubahan morfologi tanaman umunya dilakukan dengan cepat agar dirinya terhindar dari cekama yang terjadi. Perubahan akar tanaman bakau atau hutan mangrove sebagai bentuk kemampuannya dalam bertahan di lingkungan pasang surut, perubahan bentuk daun dan batang pada tanaman kaktus dan banyak lagi yang lainnya. Gas CO2 merupakan sumber karbon utama bagi pertumbuhan tanaman. Konsentrasi CO2 di atmosfir saat ini belum optimal, sehingga penambahan CO2 kepada tanaman di dalam industri pertanian di dalam rumah kaca merupakan kegiatan normal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tomat, selada, timun dan bunga potong. Pengaruh fisiologis utama dari kenaikan CO2 adalah meningkatknya laju assimilasi (laju pengikatan CO2 untuk membentuk karbohidrat, fotosintesis) di dalam daun. Efisiensi penggunaan faktor-faktor pertumbuhan lainnya (seperti radiasi matahari, air dan nutrisi) juga akan ikut meningkat (Anonim, 2011).
 4.    Spesies Tanaman
Faktor tumbuh tanaman yang mencakup spesies tanaman termasuk dalam kategori yang menentukan pertumbuhan dan atau perkembangan suatu tanaman yang berasal dari internal tubuh tumbuhan, termasuk genetik dan aktivitas-aktivitas hormon.
Adanya faktor genetik yang baik dapat menentukan  mutu dan kualitas hijauan ternak yang akan dihasilkan. Dalam Anonim (2010), dinyatakan bahwa Perbaikan genetik dengan munculnya hibrida, varitas atau galur telah menunjukkan adanya peningkatan hasil panen pada tanaman jagung, gandum atau komoditas lainnya.
Tabel. Hasil panen jagung di USA pada tahun 1971-1973
Hibrida tahun
Panen buruk (kg/ha)
Panen baik (kg/ha)
1930
3.709
6.538
1940
4.464
7.544
1950
4.778
7.670
1960
4.902
8.550
1970
5.972
8.990
Tabel. Hasil panen gandum berbagai varitas
Varitas
Panen (kg/ha)
1926 (Marquis)
2.028
1935 (Thatcher)
2.230
1958 (Lee)
2.425
1967 (Chris)
2.735
1971 (Era)
3.623

Tanaman dengan hasil panen tinggi (high yielding) mengambil hara lebih banyak dibandingkan tanaman biasa. Tanaman demikian bersifat menguras hara. Jika ditanam pada tanah yang memiliki ketersediaan hara terbatas, maka hasil panen akan lebih rendah dibandingkan tanaman biasa. Pada masa lampau dilakukan pemilihan varitas tanaman untuk berbagai tingkat kesuburan tanah yang berbeda. Sekarang hal tersebut tidak dikerjakan lagi, karena pada tanah yang  tidak subur dapat ditambahkan pupuk. Meski demikian tetap dilakukan upaya pemilihan tanaman misalnya: tahan terhadap pH rendah atau keracunan Al, atau terhadap kondisi garaman, atau tahan terhadap kekeringan.
Selain gen, faktor internal lain yang menentukan pertumbuhan tanaman adalah aktivitas hormon. Menurut Mustahib (2011), Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu hormon. Hormon tumbuhan ditemukan oleh F. W. Went pada tahun 1928. Hormon berasal dari bahasa Yunani hormalin yang berarti penggiat. Hormon tumbuhan disebut fitohormon.
Fitohormon tersebut, yaitu:
1.    Auksin atau AIA (Asam Indol Asetat)
Auksin merupakan senyawa asam asetat dengan gugusan indol dan derivat-derivatnya. Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah Avena sativa. Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung tumbuhan). Jika terkena sinar matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambat pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang akan membelok ke arah datangnya cahaya, karena bagian yang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya.
Fungsi auksin, yaitu:
a.       Merangsang perpanjangan sel.
b.      Merangsang pembentukan bunga dan buah.
c.       Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d.      Mempengaruhi pembengkokan batang.
e.       Merangsang pembentukan akar lateral.
f.       Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
2.      Gibberellin
Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. Ditemukan oleh Kuroshawa pada tahun 1926. Fungsi gibberellin, yaitu:
a.    Merangsang pembelahan sel kambium.
b.    Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
c.    Merangsang pembentukan buah tanpa biji.
d.   Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa. (Dwidjoseputro, 1992: 197)
3.       Sitokinin
Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain. Fungsi sitokinin yaitu:
a.     Merangsang proses pembelahan sel.
b.    Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
c.     Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d.    Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan seperti suhu rendah, infeksi virus, pembunuh gulma, dan radiasi.
e.     Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).
4.      Gas Etilen
Gas etilen merupakan hormon tumbuh yang dalam keadaan normal berbentuk gas. Fungsi gas etilen, yaitu:
a.    Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.
b.    Mendukung pematangan buah.
c.    Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun.
d.   Mendukung proses pembungaan.
e.    Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi pemanjangan batang.
f.     Menstimulasi perkecambahan.
g.    Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.
5.      Asam Absisat (ABA)
Asam absisat merupakan hormon tumbuh yang hampir selalu menghambat pertumbuhan, baik dalam bentuk menurunkan kecepatan maupun menghentikan pembelahan dan pemanjangan sel bersama-sama. Fungsi asam absisat, yaitu:
a.    Menghambat perkecambahan biji.
b.    Mempengaruhi pembungaan tanaman.
c.    Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian.
d.   Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.
6.      Kalin
Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ. Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas:
a.    Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
b.    Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
c.    Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
d.   Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.
7.      Asam Traumalin
Bila tumbuhan terluka, luka tersebut dapat diperbaiki kembali. Kemampuan itu disebut restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini dapat terjadi karena adanya asam traumalin (asam traumalat).

           



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Faktor tumbuh tanaman antara lain :
1. Tanah merupakan salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan hijauan ternak. Tanah menjadi tempat tumbuh bagi tanaman, tempat tanaman memperoleh zat hara dan mineral dalam pertumbuhan dan atau perkembangannya, tanah juga menjadi sumber air bagi tanaman.
2. Air adalah salah satu komponen fisik yang sangat vital dan dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
3. Iklim dapat mempengaruhi faktor tumbuh pada tanaman karena iklim menyangkut kondisi lingkungan sekitar tanaman, apakh tanaman berada pada lingkungan yang kering, lembab, atau berair sehingga cara beradaptasinya pun berbeda-beda untuk melanjutkan keturunan.
4. Spesies tanaman termasuk didalamnya adalah gen dan hormon dalam tanaman dapat mempenagruhi kualitas hijaun yang dapat dimanfaatkan. Gen unggul dapat menghasilkan pakan yang berkualitas.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Faktor Penentu Pertumbuhan Tanaman. http://nasih.wordpress.com/2010/11/01/faktor-penentu-pertumbuhan-tanaman/. Diakses pada September 2011.

Anonim.2011. Pengaruh Perubahan Iklim. http://acehpedia.org/Pengaruh_Perubahan_Iklim_Terhadap_Pertumbuhan_Tanaman. Diakses September 2011.

Hidayat, E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Institut Teknologi Bandung Press, Bandung.

Kimball, J.W. 1965. Biology. Adisson-Wesley Publishing Company, Massachusette.

Levitt, J. 1980. Responses of Plants to Environmental Stress. Academic Press, New York.

Maynard, G.H. and D.M. Orcott. 1987. The Physiology of Plants Under Stress. John Willey and Sons, Inc, New York.

Mustahib. 2011. Faktor Tumbuh Tanaman.  http://biologi.blogsome.com//FAKTOR INTERNAL PERTUMBUHAN TANAMAN Biologi TerLengkap!.htm. Diakses September 2011.

Noggle, G.R. and G.J. Fritz.1983. Introductory Plant Physiology. Prentice Hall, Inc, New Jersey.

Purwadi, Eko. 2011. Faktor Penentu Pertumbuhan Tanaman. http://www.masbied.com/Pengujian Ketahanan Benih Terhadap Cekaman Lingkungan _ MasBied.com.htm

Rahardja,D,P., 2010. Ilmu Lingkungan Ternak. Masagena Press, Makassar.

Sasli. 2004. Dalam Mahmudin. 2009. (http://mahmuddin.wordpress.com/ 2009/10/16/cekaman-pada-makhluk-hidup/). Diakses tanggal September 2011.

Sudiarto. 2007. Pengelolaan Lengas Tanah Musim Kemarau Pada Tanaman Karet Belum Menghasilkan. Jurnal Penelitian Karet, 25 (1): 17-21.


Baca Selengkapnya ....

Sejarah Ekonomi Peternakan

Posted by PERFECT WORLD 1 komentar
Contoh tugas penting artinya bagi seorang mahasiswa. Sebagai referensi awal, biasanya. Contoh tugas biasa dan bisa didapatkan oleh para mahasiswa dari teman-temanya ataupun dari kakak tingkatnya (senior yang baik, hehehe). “Contoh tugas” dapat berupa, tugas kuliah, makalah  de el el.  Berikut saya posting tugas kuliah pada kuliah peternakan yang saya ikuti dalam kelas-kelas kuliah. 

A.    SEJARAH EKONOMI PERTANIAN


Ekonomi Pertanian mula-mula berkembang di daratan Eropa. Muncul dan berkembangnya ekonomi pertanian di Eropa sangat berkaitan dengan lahir dan berkembangnya ilmu pertanian. Pada zaman romawi, Cato, Varo, Palladus, dan Columela mulai melihat dan meninjau pertanian secara ilmu. Kemudian muncul tulisan tentang ilmu petanian yang dikarang oleh Justur Moser, J. C. Schubart, dan J. C. Bergen. Ketiga orang ini selanjutnya dianggap sebagai pencetus dan perintis ilmu pertanian.
Awal abad ke-18, ilmu pertanian semakin berkembang, dan bahkan sudah mulai membahas tentang hak dan kepemilikan tanah. Kenyataan ini dipelopori oleh Heinrich Gottlob Von Justi (1702-1771) yang mengeluarkan buku Abhandlung Von Den Hindernissen Einer Blohenden Landwirtschaft. Buku ini membahas tentang penghapusan kerja rodi, hak bersama atas lapangan pangonan, pembagian tanah-tanah luas, dan penukaran tanah. Munculnya buku ini berkaitan dengan keadaan dan kenyataan di Eropa pada waktu itu. Dimana-mana kerja rodi berkembang, tuan tanah bertindak seolah-olah seorang raja diwilayahnya, rakyat kecil sangat menderita dan mengalami penindasan dan pemaksaan dimana-mana. Hak atas tanah tidak diakui, begitu juga dengan hak atas upah yang ditentukan secara sepihak oleh tuan tanah. Keadaan ini banyak dibicarakan di Jerman, yang pertaniannya, pada waktu itu lebih berkembang dari Negara Eropa lainnya. Keadaan ini ditentukan dengan banyak terbitnya buku-buku tentang pertanian, baik keadaan atau sistem yang berlaku, proses tentaing kenyataan, serta ilmu atau teknis pertanian. Selain penulis diatas, ramai juga dibicarakan tentang buku yang ditulis oleh Johan Beckman dengan judul Grundsatze der Rationeller Landwirschaft yang juga membahas tentang kepemilikan dan penguasaan tanah di Jerman. Kemudian Albrecht Thaer (1752-1828) dengan bukunya yang berjudul Grundsatze der Rationeller Landwirschaft Betriebslehre (1885), yang di anggap sebagai Bapak Penggubah Ilmu Ekonomi Pertanian. Albrecht Thaer sebenarnya adalah seorang dokter medis yang lebih tertarik dan terjun kedalam pertanian. Selain menulis buku, kiprahnya dibidang pertanian antara lain mendirikan sekolah tinggi pertanian di Moglin pada tahun 1986.
Di Amerika Serikat, ekonomi pertanian pertama kali diajarkan pada tahun 1892 di Universitas Ohio. Perkembangan ini sebagai akibat terjadinya depresi pertanian pada tahun 1890. Waktu itu diajarkan Rural Economics yang banyak membahas dan sebagai cikal bakal ilmu ekonomi pertanian. Ilmu-ilmu ini terus berkembang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Memasuki abad ke-20, pada tahun 1901 Universitas Cornell memperkenalkan dan mengajarkan ilmu Agricultural Economics, dan tahun 1903 muncul lagi Farm Management. Ilmu ini terus berkembang sampai sekarang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan lainnya yang saling mendukung.

Di Indonesia, ilmu ekonomi baru dikembangkan mulai tahun 1950-an yang dipelopori oleh Iso Reksohadiprojo dan Teko Sumardiwirjo, masing-masing dosen di Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Fakultas Pertanian Universitas Indonesia kemudian berkembang menjadi Institut Pertanian Bogor, dan ilmu ini berkembang terus dan bersama UGM kedua institusi ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pertanian yang sejalan dengan perkembangan ilmu ekonomi dn ilmu pertanian itu sendiri.
Pada akhir decade 1960-an, tepatnya 1969 didirikan organisasi yang menghimpun para ahli ilmu ekonomi pertanian. Organisasi tersebut diberi nama PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia), sebagai tindak lanjut dan realisasi dari rencana yang digagas pada konferensi nasional ekonomi pertanian tahun 1964 di Cibogo, Bogor.Dengan lalhirnya organisasi ini, ilmu ekonomi pertanian semakin berkembang dan semakin jadi perhatian, terutama kebijakan pemerintah dalam pengembangan pertanian. Untuk menampung para ahli dan tenaga ekonomi pertanian, pemerintah mendirikan suatu badan yang bekerja khusus dalam penelitian ekonomi pertanian, diberi nama SAE (Survei Agro Ekonomi). Tujuan pendirian SAE adalah untuk mempercepat proses pembangunan pertanian Indonesia, dimana melalui penelitian dapat ditemui permasalahan yang ada, potensi, dan metode penanganan secara tepat.
Dalam perkembangannya, SAE berganti nama menjadi PSE (Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian) dan bernaung dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian. Tugasnya tidak lagi hanya meneliti beberapa Loka/Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP/BPTP) serta instalasi penelitian dan pengkajian yang ada di setiap propinsi.


B.    FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN


    Ada empat faktor produksi pertanian yaitu:
1. Alam,
2. Tenaga kerja,
3. Modal,
4. Pengelolaan (manajemen).
    Faktor produksi alam dan tenaga kerja sering disebut sebagai faktor produksi primer, faktor produksi modal dan pengolaan disebut faktor produksi sekunder. Ada literature menambahkan faktor produksi Teknologi sebagai faktor ke lima. Namun disini dinyatakan bahwa faktor teknologi itu bukan terpisah, dia hadir atau meresap masuk ke masing-masing faktor produksi di atas. Ada teknologi yang berkenaan dengan alam, ada teknologi tersendiri dalam tenaga kerja, dalam modal dan dalam manajemen. Dengan demikian faktor-faktor produksi tetap empat.
1. Faktor Produksi Alam
    Faktor produksi alam terdiri dari terdiri dari : Udara, Iklim, Lahan, Flora dan Fauna. Tanpa faktor produksi alam tidak ada produk pertanian. Tanpa tanah/ lahan, sinar matahari, udara dan cahaya tidak ada hasil pertanian. Orang yang kurang memahami proses produksi pertanian menganggap faktor produksi yang tidak langka atau tidak terbatas (unscarcity) seperti udara, cahaya adalah tidak termasuk faktor produksi. Tanah/lahan yang bersifat langka/terbatas (scarcity) adalah sebagai faktor produksi. Pada era sebelum Masehi tanah ini juga belum bersifat scarcity, sama halnya dengan udara dan cahaya. Air di beberapa daerah masih bersifat unscarcity, namun di beberapa daerah sudah scarcity, karena itu dibangun irigasi, sprinkle dan kadang-kadang harus diciptakan hujan buatan.
2. Faktor Produksi Modal
    Modal dalam arti ekonomi adalah hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produksi selanjutnya. Von Bohm-Bawerk menjelaskan sebagai berikut: Segala jenis barang yang dihasilkan dan dimiliki masyarakat disebut kekayaan masyarakat. Kekayaan itu digunakan:

  • Sebagian untuk konsumsi. 
  • Sebagian untuk memproduksi barang-barang baru, inilah yang disebut modal masyarakat atau modal sosial.
 Perkataan modal atau kapital dalam arti sehari-hari digunakan dalam bermacam arti, yaitu:

  • modal sama artinya dengan harta kekayaan seseorang. 
  • modal dapat mendatangkan penghasilan bagi si pemilik modal, dan ini terlepas dari kerjanya.
 Menurut sifatnya modal dibagi menjadi:

  • Modal tetap adalah barang-barang modal yang digunakan dalam proses produksi yang dapat digunakan beberapa kali. Meskipun akhirnya modal itu tandas atau habis juga, tetapi sama sekali tidak terhisap dalam hasil. Contoh modal tetap : mesin, bangunan, alat-alat pertanian. 
  • Modal bergerak adalah barang-barang modal yang dipakai dalam proses produksi dan habis terpakai dalam proses produksi. Contoh modal bergerak: pupuk, bahan bakar, bahan mentah.
    Dibuat perbedaan modal tetap dan modal bergerak berhubung dengan perhitungan biaya pada proses produksi, yaitu:
1. Biaya modal bergerak diperhitungkan dalam harga biaya riel (pada saat itu).
2. Biaya modal tetap diperhitungkan melalui penyusutan nilai.
3. Faktor Produksi Tenaga Kerja
    Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah suatu alat kekusaan fisik dan otak manusia yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan ditujukan kepada usaha produksi. Tenaga kerja yang bukan bertujuan usaha produksi misalnya tenaga untuk sport disebut langkah bebas.
    Bila seorang petani mempunyai ternak sapi yang digunakan membajak sawah, atau suatu perkebunan yang mempunyai traktor untuk mengolah tanah, apakah sapi dan traktor itu termasuk faktor produksi tenaga kerja? Sapi dan traktor itu bukan faktor tenaga kerja, tetapi masuk dalam faktor produksi modal.
    Faktor produksi tenaga kerja tidak dapat dipisahkan dari manusia, sapi dan traktor jelas berpisah dengan manusia. Sapi dan traktor dapat menggantikan tenaga kerja manusia
dalam hal membajak dan mengolah tanah.
4. Faktor Produksi Manajemen
    Manajemen sama dengan pengelolaan, artinya kemampuan manusia mengkelola atau mengkombinasikan seluruh faktor-faktor produksi dalam waktu tertentu untuk memperoleh produksi tertentu.

C.    MASALAH-MASALAH EKONOMI PERTANIAN
A. Waktu Usaha Tani
    Dalam hidup ini waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dihentikan dan tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Kalau diperhatikan, sebenarnya waktu bukanlah merupakan masalah, baik dalam usaha pertanian maupun bukan pertanian. Hanya saja kita harus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan waktu dan jangan waktu yang harus diatur untuk kepentingan kita.
    Dalam sektor pertanian, selama ini waktu dianggap sebagai masalah dalam proses produksi karena lamanya menunggu, mulai dari pembibitan dilakukan sampai pada waktu memperoleh hasil. Sebenarnya bukan waktu yang menjadi masalah tetapi adalah subfaktor yang berada dalam waktu penantian itu sendiri. Dalam menunggu tanaman tumbuh sampai menghasilkan, kita harus memperhatikan perkembangannya, kita harus perhatikan bagaimana ia tumbuh, apakah ia butuh unsur hara atau pakan, apakah ia butuh obat, atau apakah perlu dipangkas, disiangi dan lain sebagainya. Kita tidak bisa berusaha tani dengan cara tradisional, setelah tanam ditinggalkan kemudian datang untuk mengambil hasil.
Subfaktor-subfaktor yang mengisis jarak atau antara (waktu) dalam suatu proses produksi pertanian yang harus kita tangani dan kelola dengan baik. Sebenarnya di sinilah letak masalahnya, bukan pada waktunya. Setelah mengetahui masalah sebenarnya maka kita sebaiknya mengisi waktu dengan kegiatan memenuhi semua keinginan tanaman/ternak yang diusahakan untuk memperoleh hasil yang setinggi-tingginya. Subfaktor tersebut adalah komponen teknologi.
B. Biaya Usaha Tani
    Dalam usaha tani dikenal dua macam biaya, yaitu biaya tunai atau biaya yang dibayarkan dan biaya tidak tunai atau biaya yang tidak dibayarkan. Biaya yang dibayarkan adalah biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja luar keluarga, biaya untuk pembelian input produksi seperti bibit, pupuk, obat-obatan, dan bawon panen. Kadang-kadang juga termasuk biaya untuk iuran pemakaian air dan irigasi, pembayaran zakat, dan lain sebagainya. Dalam usaha peternakan antara lain untuk biaya pengembalaan, biaya pembelian pakan, biaya pembersihan kandang, dan jenis upah kegiatan lainnya.
Biaya seringkali menjadi masalah bagi petani, terutama dalam pengadaan input atau sarana produksi. Karena kurangnya biaya yang tersedia, tidak jarang petani mengalami kerugian dalam usaha taninya. Dari segi teknis dan pengetahuan, sebagian besar petani kita sudah memahami fungsi teknolgi, mereka menyadari pentingnya teknologi, mereka sudah butuh teknologi, dan mereka sudah mau menerapkan teknologi, tetapi kendalanya adalah modal. Teknologi yang benar dan tepat menghendaki biaya yang cukup tinggi dan harus tersedia tepat waktu pula.
Teknologi adalah teknik atau cara bercocok tanam atau beternak atau memelihara ikan yang benar untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Teknologi diperoleh dari hasil penelitian dan pengkajian, kemudian ditransfer ke pengguna (petani/peternak/petambak atau pemelihara ikan dan nelayan) melalui berbagai cara dan berbagai media. Teknologi terdiri dari beberapa komponen, mulai penyediaan dan pemilihan bibit, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, penyiangan, pemberantasan hama penyakit, pengaturan air atau penyiraman, panen, dan pascapanen. Setiap komponen ini juga mempunyai bagian lagi. Salah satu komponen, misalnya pupuk.
C. Tekanan Penduduk
    Sejarah mencatat salah satu isi buku Malthus (1808), yang membahas tentang tekanan penduduk sehubungan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Di sana disebutkan bahwa pertumbuhan penduduk menyerupai sebuah deret ukur sementara peningkatan produksi menyerupai deret hitung. Artinya pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan produksi. Semakin lama pertumbuhan tersebut akan menjadi masalah kalau tidak dilakukan upaya-upaya yang dapat mengatasinya. Walaupun teknologi sudah ditemui dan dianggap sementara dapat mengatasi masalah tekanan penduduk, tetapi teori Malthus ini masih harus tetap diwaspadai.
    Dilihat dari segi jumlah penduduk Indonesia sekarang berada di peringkat empat setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Kuantitas penduduk yang dimiliki sekarang belum membuat negara kita sebagai negara keempat terbesar pula dalam segi-segi lainnya, misalnya pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, industry, dan lain sebagainya.
D. Sistem Usaha tani
    Sistem usaha tani mengandung pengertian pola pelaksanaan usaha tani masyarakat yang berkaitan dengan tujuannya. Secara umum, tujuan utama pertanian atau usaha tani yang diterapkan sebagian besar petani kita adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga (pola subsistence). Hal ini berarti belum sepenuhnya bertujuan untuk dijual ke pasar (marked oriented) seperti halnya usaha tani di negara-negara yang telah maju.
    Masalahnya dengan pola tersebut pertanian kita lambat berkembang dan upaya pemacuan produksi tidak dapat berjalan lancar dan produktif. Perbaikan perlu diarahkan pada kajian teori dan praktek ekonomi pertanian. Sehingga secara perlahan tapi pasti pertanian kita tidak lagi statis tetapi menjadi pertanian yang dinamis dan selalu haus dengan teknologi. Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai kelihatan menuju kea rah pertanian yang dinamis, yang ditandai dengan pergerakan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dibanding daerah lainnya.

Itulah tadi “contoh tugas” yang sempat saya posting, yang belum sempat saya posting, tunggu saja. Atau itu memang versi eksklusif (tidak bisa untuk khayalak umum). Ingat, tugas kuliah  (apapun bentuknya : makalah kuliah, tugas individu, tugas mandiri, tugas akhir, de el el) adalah sebuah keniscayaan bagi mahasiswa yang baik, mahasiswa yang tidak mau dan tak ingin mengeluh, mahasiswa yang luar biasa. Semoga bermanfaat. Amiin.
NB :
  • Contoh tugas (apa pun bentuknya) yang saya posting tidak luput dan acapkali terdapat kekeliruan di dalamnya.
  • Anggaplah sebagai acuan. Kalau perlu jangan copast (copy paste). Karya sendiri lebih bagus.
  • Tugas kuliah yang saya posting adalah tugas kuliah yang saya dapatkan pada bangku kuliah. Isinya tidak jauh-jauh pada kuliah peternakan. Jadi mohon maaf. 
  • Dan terakhir, mohon kritik atau sarannya.

Baca Selengkapnya ....

Soal-Jawab Genetika Ternak

Posted by PERFECT WORLD 1 komentar

Betapa biasanya tugas kuliah memberatkan mahasiswa. Tapi, ini tiada artinya bagi mahasiswa yang rajin dan ikhlas. Apalagi “tugas kuliah” itu, tidak ada dalam referensi contoh tugas mereka. Okey, saya mengerti itu (saya biasa mengalaminya). Berikut saya posting tugas kuliah, mengenai Soal-Jawab Genetika Ternak.

1. Sejarah dan perkembangan genetika ?

Jawab :

Jauh sebelum genetika dapat dianggap sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, berbagai kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa disadari telah menerapkan prinsip-prinsip genetika. Sebagai contoh, bangsa Sumeria dan Mesir kuno telah berusaha untuk memperbaiki tanaman gandum, bangsa Cina mengupayakan sifat-sifat unggul pada tanaman padi, bangsa Siria menyeleksi tanaman kurma. Demikian pula, di benua Amerika dilakukan persilangan-persilangan pada gandum dan jagung yang berasal dari rerumputan liar. Sementara itu, pemuliaan hewan pun telah berlangsung lama; hasilnya antara lain berupa berbagai hewan ternak piaraan yang kita kenal sekarang.

Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke-19 ketika seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Sebenarnya, Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan-percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun diakui sebagai Bapak Genetika.

Karya Mendel tentang pola pewarisan sifat tersebut dipublikasikan pada tahun 1866 di Proceedings of the Brunn Society for Natural History. Namun, selama lebih dari 30 tahun tidak pernah ada peneliti lain yang memperhatikannya. Baru pada tahun 1900 tiga orang ahli botani secara terpisah, yakni Hugo de Vries di Belanda, Carl Correns di Jerman, dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria, melihat bukti kebenaran prinsip-prinsip Mendel pada penelitian mereka masing-masing.  Semenjak saat itu hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas dasar prinsip-prinsip Mendel sangat mendominasi penelitian di bidang genetika. Hal ini menandai berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.

Selanjutnya, pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya. Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi genetik adalah asam deoksiribonukleat (DNA). Dengan ditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun 1953 oleh J.D. Watson dan F.H.C. Crick dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika molekuler.

Perkembangan penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat dalam satu dasawarsa, maka waktu yang dibutuhkan untuk itu (doubling time) pada genetika molekuler hanyalah dua tahun! Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an, yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut sebagai rekayasa genetika.

Saat ini sudah menjadi berita biasa apabila organisme-organisme seperti domba, babi, dan kera didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning. Sementara itu, pada manusia telah dilakukan pemetaan seluruh genom atau dikenal sebagai projek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan pada tahun 1990 dan sebenarnya diharapkan selesai pada tahun 2005. Namun, ternyata penyelesaian proyek ini berjalan dua tahun lebih cepat daripada jadwal yang telah ditentukan.

2. Contoh sifat dominan pada ternak ?

Jawab :

 

Contoh sifat dominan pada ternak :

a. Dominan : warna hitam tebal pada bulu kelinci

Resesif : warna putih pada bulu kelinci

b. Ayam Arab mempunyai sifat dominan yang terletak pada warna bulunya yang berwarna hitam

c. Sapi Abrden Angus memiliki sifat dominan tidak memiliki tanduk dan berbulu hitam.

d. Sapi Brahman memiliki sifat dominan punuk besar, tanduk besar, telinga besar dan gelambir yang memanjang berlipat-lipat dari kepala ke dada.

 

3. Tentukan jenis persilangan berdasarkan sifatnya, dari :

AABbCCDd

AaBBCCDDEe

AaBbCcDDEEFFGg

Jawab :

 

AABbCCDd : termasuk jenis persilangan tetrahibrid

AaBBCCDDEe : termasuk jenis persilangan tetrahibrid

AaBbCcDDEEFFGg : termasuk jenis persilangan polihibrid

 

4. Buat 4 persilangan monofaktorial lainnya. Isilah table rangkuman hasil persilangan monofaktorial di bawah ini !

Jawab :

No.

Perkawinan

Rasio F1 yang Diharapkan

Genotipe

Fenotipe

1

BB X bb

Semuanya Bb

Semuanya hitam

2

Bb X Bb

1Bb:2Bb:1Bb

3 hitam: 1 putih

3

BB X Bb

1 BB: 1Bb

Semuanya hitam

4

bb X Bb

1 Bb : 1 bb

1 hitam : 1 putih

5

BB X BB

Semuanya BB

Semuanya hitam

6

bb X bb

Semuanya bb

Semuanya putih


Itulah tadi “contoh tugas” yang sempat saya posting, yang belum sempat saya posting, tunggu saja. Atau itu memang versi eksklusif (tidak bisa untuk khayalak umum). Ingat, tugas kuliah (apapun bentuknya : makalah kuliah, tugas individu, tugas mandiri, tugas akhir, de el el) adalah sebuah keniscayaan bagi mahasiswa yang baik, mahasiswa yang tidak mau dan tak ingin mengeluh, mahasiswa yang luar biasa. Semoga bermanfaat. Amiin. Smile
NB :
  • Contoh tugas (apa pun bentuknya) yang saya posting tidak luput dan acapkali terdapat kekeliruan di dalamnya.
  • Anggaplah sebagai acuan. Kalau perlu jangan copast (copy paste). Karya sendiri lebih bagus.
  • Tugas kuliah yang saya posting adalah tugas kuliah yang saya dapatkan pada bangku kuliah. Isinya tidak jauh-jauh pada kuliah peternakan. Jadi mohon maaf.

Baca Selengkapnya ....

Sistem Operasi :: Apa itu Sistem Operasi

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar

Apa itu Sistem Operasi - Sistem operasi adalah sebuah software atau perangkat lunak yang dirancang dan dibuat untuk mengkoordinasi kerja pada semua sistem komputer. Dengan sistem operasi ini maka kerja komputer akan menerima perintah dari papan ketik atau keyboard, membaca serta menyimpan data ke dan dari media penyimpanan data, mengatur aplikasi perangkat lunak, dan juga mengatur komunikasi

Baca Selengkapnya ....

Apa Yang Dimaksud Dengan Android

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Apa yang dimaksud dengan Andorid itu? Pengertian Android adalah suatu sistem operasi yang dipergunakan untuk ponsel misalnya smartphone dan PC tablet (Tablet Komputer). Basis operasi sistem Android adalah Linux, yang juga seperti Android merupakan platform terbuka (open source) yang bisa semakin dikembangkan oleh pengembangnya untuk membuat aplikasi sendiri.

Pada masa awal perkembangannya,

Baca Selengkapnya ....

Pengertian Organisasi Secara Umum dan Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Posted by PERFECT WORLD 1 komentar
Pengertian organisasi adalah sebuah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya lingkungan, cara atau metode, material, mesin, uang dan beberapa sumberdaya lain dalam rangka mencapai tujuan oraganisasi tersebut. Orang-orang yang terkumpul dalam sebuah organisasi

Baca Selengkapnya ....

Test Post Dobloger Cui

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Buy cheap VTech CS6219-2 DECT 6.0 Cordless Phone, Silver/Black, 2 Handsets dicount today. Free super saver shipping for buy cheap VTech CS6219-2 DECT 6.0 Cordless Phone, Silver/Black, 2 Handsets, and save for cheapest price right here. The VTech CS6219-2 cordless phone system comes with two handsets, caller ID, handset speakerphones and a voicemail indicator light. DECT 6.0 Digital technology

Baca Selengkapnya ....

Buy vehicula enim vel NIBH

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Buy vehicula enim vel NIBH cheap? Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur sollicitudin Bibendum. Buy vehicula enim vel NIBH cheap, magna etiam Arcu, Tristique the pulvinar eget, porttitor nicht turpis. Nothing facilisi. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur sollicitudin Bibendum. Cras Tristique Arcu von Quam feugiat aliquam. Mauris Mauris lobortis Viverra Lorem EU nicht bei NEC me. Suspendisse

Baca Selengkapnya ....

Lorem iPsum

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar
Dobloger blogspot com - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam magna arcu, tristique at pulvinar eget, porttitor non turpis. Nulla facilisi. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras tristique arcu at quam aliquam feugiat. Mauris eu lorem non mauris lobortis viverra at nec mi. Suspendisse venenatis fringilla scelerisque. In ullamcorper fringilla euismod

Baca Selengkapnya ....

Makalah Negara

Posted by PERFECT WORLD 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Secara terminology, Negara diartikan dengan organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Pengertian ini mengandung nilai konstitutif dari sebuah Negara yang meniscayakan adanya unsur dalam sebuah Negara, yakni adanya masyarakat (rakyat), adanya wilayah (daerah) dan adanya pemerintah yang berdaulat.
Secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni state (bahasa Inggris), Staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis), kata state, staat, etat itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.
Max Weber mendefinisikan bahwa Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah dengan berdasarkan system hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberikan kekuasaan memaksan.
  1. Tujuan
  • Untuk memenuhi tugas dari dosen
  • Untuk mengetahui tetang negara
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan Negara
  2. Bagai mana terbentuknya sebuah Negara
  3. Apa tujuan dari sebuah Negara
BAB II
PEMBAHASAN
NEGARA

  1. Pengertian Negara
Secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni state (bahasa Inggris), Staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis), kata state, staat, etat itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.
Secara terminology, Negara diartikan dengan organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Pengertian ini mengandung nilai konstitutif dari sebuah Negara yang meniscayakan adanya unsur dalam sebuah Negara, yakni adanya masyarakat (rakyat), adanya wilayah (daerah) dan adanya pemerintah yang berdaulat.
Menurut Roger H. Soltao, Negara didefinisikan dengan alat (agency) atau wewenang masyarakat. Menurut Haroid. J. Laski negera marupakan suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.
Max Weber mendefinisikan bahwa Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah dengan berdasarkan system hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberikan kekuasaan memaksan.
  1. Tujuan Negara
Tujuan sebuah Negara dapat bermacam-macam, antara lain:
a. Memperluas kekuasaan
b. Menyelenggarakan ketertiban hukum
c. Mencapai kesejahteraan hukum.
Menurut Plato tutjuan Negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk social. Sedangkan menurut Roger H. Soltau tujuan Negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members).
Dalam ajaran dan konsep Teokratis (yang diwakili oleh Thomas dan Agustinus, tujuan Negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan dibawah pimpinan Tuhan.
Dalam Islam, seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Arabi, tujuan Negara adalah agar manusia bisa menjalankan kehidupannya dengan baik, jauh dari sengketa dan menjaga intervensi pihak-pihak asing.
Dalam konteks Negara Indonesia, tujuan Negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
  1. Unsur-Unsur Negara
Secara global suatu Negara membutuhkan tiga (3) unsure pokok, yakni rakyat (masyarakat/warganegara), wilayah dan pemerintah.
1. Rakyat (masyarakat/warga Negara)
Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah Negara, karena secara kongkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar Negara itu dapat berjalan dengan baik.
2. Wilayah Pulau : 20.356.000
Secara mendasar wilayah dalam sebuah Negara biasanya mencakup ±8.000.000 daratan (wilayah darat), ±18.500.000 km2 (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara)
3. Pemerintah
Pemerintah adalah alat kelengkapan Negara yang bertugas memimpin organisasi Negara untuk mencapai tujuan Negara oleh Karenanya. Pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah Negara.
  1. Beberapa Teori Tentang Terbenutknya Negara
1. Teori kontrak social (social contract)
Teori ini beranggapan bahwa Negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjanjian masyarakat. Beberapa pakar penganut teori kontrak sosial yang menjelaskan teori asal-mula Negara, diantaranya:
a. Thomas Hobbes (1588-1679)
Menurutnya syarat membentuk Negara adalah dengan mengadakan perjanjian bersama individu-individu yang tadinya dalam keadaan alamiah berjanji akan menyerahkan semua hak-hak kodrat yang dimilikinya kepada seseorang atau sebuah badan. Tekhnik perjanjian masyarakat yang dibuat Hobbes sebagai berikut setiap individu mengatakan kepada individu lainnya bahwa “Saya memberikan kekuasaan dan menyerahkan hak memerintah kepada orang ini atau kepada orang-orang yang ada di dalam dewan ini dengan syarat bahwa saya memberikan hak kepadanya dan memberikan keabsahan seluruh tindakan dalam suatu cara tertentu.
b. John locke (1632-1704)
Dasar kontraktual dan Negara dikemukakan Locke sebagai peringatan bahwa kekuasaan penguasa tidak pernah mutlak tetapi selalu terbatas, sebab dalam mengadakan perjanjian dengan seseorang atau sekelompok orang, individu-individu tidak menyerahkan seluruh hak-hak alamiah mereka.
c. Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Keadaan alamiah diumapamakannya sebagai keadaan alamiah, hidup individu bebas dan sederajat, semuanya dihasilkan sendiri oleh idividu dan individu itu puas. Menurut “Negara” atau “badan korporatif” dibentuk untuk menyatakan “kemauan umumnya” (general will) dan ditujukan pada kebahagiaan besama. Selain itu Negara juga memperhatikan kepentingan-kepentingan individual (particular interest). Kedaulatannya berada dalam tangan rakyat melalui kemauan umumnya.
2. Teori Ketuhanan
Negara dibentuk oleh Tuhan dan pemimpin-pemimpin Negara ditunjuk oleh Tuhan Raja dan pemimpin-pemimpin Negara hanya bertanggung jawab pada Tuhan dan tidak pada siapapun.
3. Teoir kekuatan
Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari komunikasi yang kuat terhadap kelompok yang lemah, Negara terbentuk dengan penaklukan dan pendudukan. Dengan penaklukan dan pendudukan dari suatu kelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah, dimulailah proses pembentukan Negara.
4. Teori Organis
Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup, manusia atau binatang individu yang merupakan komponen-komponen Negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. Kehidupan corporal dari Negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia, undang-undang sebagai urat syaraf, raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk itu.
5. Toeri Historis
Teori ini menyatakan bahwa lembaga-lambaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia.
  1. Bentuk-Bentuk Negara
Bentuk Negara dalam konsep dan teori modern saat ini terbagi dalam kedua bentuk Negara, yakni Negara kesatuan (unitarisme) dan Negara serikat (federasi)
1. Negara kesatuan
Negara kesatuan merupakan bentuk suatu Negara yang merdeka dan berdaulat. Dengan satu pemerintah yang mengatur seluruh daerah.
Negara kesatuan ini terbagi 2 macam, yaitu:
a. Negara kesatuan dengan system sentralisasi yaitu urusan Negara langsung diatur oleh pemerintah pusat
b. Negara kesatuan dengan system desentralisasi yakni kepala daerah sebagai pemerintah daerah.
2. Negara serikat
Kekuasaan asli dalam Negara federasi merupakan tugas Negara bagian, karena ia berhubungan dengan rakyatnya, semetara Negara federasi bertugas untuk menjalankan hubungan luar negeri. Pertahanan Negara. Keuangan dan urusan pos.
Selain kedua bentuk Negara tersebut. Bentuk Negara ke dalam tiga kelompok yaitu:
a. Monarki
Negara monarki adalah bentuk Negara yang dalam pemerintahannya hanya dikuasai dan diperintah (yang berhak memerintah) oleh satu orang saja.
b. Oligarki
Oligarki ini biasanya diperintah dari kelompok orang yang berasal dari kalangan feudal.
c. Demokrasi
Rakyat memiliki kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan.
  1. Negara Dan Agama
Negara dan agama merupakan persoalan yang banyak menimbulkan perdebatan (discoverese) yang terus berkelanjutan di kalangan para ahli
1. Hubungan agama dan Negara menurut paham teokrasi
Negara menyatu dengan agama. Karena pemerintahan menurut paham ini dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan se gala kata kehidupan dalam masyarakat bangsa, Negara di lakukan atas titah Tuhan.
2. Hubungan agama dan Negara menurut paham sekuler
Norma hukum ditentukan atas kesepakatan manusia dan tidak berdasarkan agama atau firman-firman Tuhan. Meskipun mungkin norma-norma tersebut bertentangan dengan norma-norma agama.
3. Hubungan agama
Kehidupan manusia adalah dunia manusia itu sendiri yang kemudian menghasilkan masyarakat Negara. Sedangkan agama dipandang sebagai realisasi fantastis makhuk manusia, agama merupakan keluhan makhluk tertindas.
  1. Konsep Relasi Agama Dan Negara Islam
Ketegangan perdebatan tentang hubungan agama dan Negara ini diilhami oleh hubungan yang agak canggung antara Islam.
Sebagai agama (din) dan Negara (dawlah), agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga politik dan sekaligus lembaga agama.
1. Paradigm integralistik
Agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu. Ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga.
2. Paradigm simbiotik
Antara agama dan Negara merupakan dua entitas yang berbeda. Tetapi saling mebutuhkan oleh karenanya, konstitusi yang berlaku dalam paradigm ini tidak saja berasal dari adanya social contract, tetapi bisa saja diwarnai oleh hukum agama (syari’at)
3. Paradigm sekularistik
Agama dan Negara merupakan dua bentuyk yang berbeda dan satu sama lain memiliki dan satu sama lain memiliki garapan bindangnya masing-masing. Sehingga keberadaannya harus dipisahkan dan tidak boleh satu sama lain melakukan intervensi berdasar pada pemahaman yang dikotomis ini. Maka hukum positif yang berlaku adalah hukum yang betul-betul bersal dari kesepakatan manusia.
BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Bahwasannya Negara sebuah oraganisasi tertinggi
  1. Saran
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam subuah negara

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of PERFECT WORLD.